Masyarakat Sumut pasti merindukan pemimpin yang kuat dengan latar belakang militer seperti pada masa Raja Inal Siregar dan Tengku Rizal Nurdin semasa jadi Gubernur Sumut. Kedua tokoh Sumut yang berlatar belakang militer tersebut terbukti mampu memajukan Sumut, menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat.

Hal itu dikatakan Kodrat Shah Ketua Partai Hanura Sumut, Senin (23/4). Menurut Kodrat, Sumut saat ini sudah sangat jauh tertinggal dari para tetangganya seperti Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Katanya, ketertinggalan tersebut tentu tidak terlepas dari lemahnya kepemimpinan di Sumut. “Coba bandingkan antara kepemimpinan Raja Inal Siregar, Tengku Rizal Nurdin, dengan Gubernur kita yang belakangan ini berlatar belakang sipil. Tentu perbedaannya sangat signifikan,” tandasnya.

Menurut Kodrat, dulu masa Raja Inal Siregar dengan slogan marsipature hutanabenya, geliat pembangunan di daerah sangat terasa. Begitu juga dengan kepemimpinan Tengku Rizal Nurdin, semua masyarakat aman dan nyaman. Coba kita lihat saat Sumut ini dipimpin oleh Sipil, kemana mana masyarakat cemas, baik cemas karena persoalan bertahan hidup, maupun cemas dengan keamanan dirinya. Belum lagi soal kasus hukum yang mendera Gubernur kita.

“Inikan menjadi sebuah tolak ukur, bahwa karakteristik Sumut ini harus dipimpin oleh sosok yang memiliki kepemimpinan kuat dan berlatar belakang militer demi mengembalikan kejayaan Sumut untuk kedepan,” tandasnya. Menurut Kodrat, Edy Rahmayadi dan Haji Musa Rajeckshah atau Ijeck merupakan pasangan ideal untuk memimpin Sumut kedepan.

Kodrat mengatakan, Edy Rahmayadi sosok pemimpin yang kuat, dan Ijeck secara kepribadian memiliki bakat yang ulet dalam menanagement berbagai perusahaan yang dia pimpin. Menurut Kodrat, sosok Ijeck memang hampir tidak pernah tampil ke berbagai media dalam hal urusan politik. Tapi dalam hal sosial, jauh sebelum dia terjun ke dunia politik, dia sudah lama mengabdikan diri ke berbagai kegiatan sosial. “Semuanya dilakukannya tanpa pamrih dan murni kemanusiaan saja,” tandasnya.

Katanya, jikapun Ijeck saat ini terjun ke politik, tentu dia sadar betul bahwa sudah saatnya dia mewafkan dirinya untuk melayani lebih banyak lagi masyarakat Sumut. Dan kehadiran dirinya juga karena di minta Pak edy, karena mungkin kepribadian yang dimiliki Ijeck itu yang membuat Pak Edy yakin Ijeck bisa membantunya untuk membenahi Sumut.

Kodrat juga yakin bahwa Eramas bisa unggul di Pilgubsu 27 Juni mendatang dengan memperoleh 65 persen suara. Angka tersebut bukanlah angka yang tidak mungkin, terlebih tingginya animo masyarakat untuk mendukung Eramas dan solidnya partai pendukung yang bahu membahu untuk memenangkan Eramas. “Kami akan tetap solid meskipun badai menghadang dan kami yakin kesungguhan ini akan membuat berubahan bagi masyarakat dan pembangunan Sumut kedepan,” tandasnya.

Kodrat mengajak masyarakat untuk sama sama menjaga agar Pilgubsu ini berjalan dengan aman dan damai serta bebas dari intervensi. Netralitas TNI/POLRI juga menjadi faktor utama terlaksananya Pilkada yang aman dan damai. “Jika kita semuanya sepakat untuk menjaga agar Pilgubsu berjalan dengan aman dan damai, maka inshaa allah, semuanya akan berjalan lancar dan kita akan mendapatkan pemimpin baru yang bisa membawa perubahan Sumut yang lebih baik lagi kedepan,” tandasnya.