Indahnya kebersamaan antar umat beragama di kaki Sinabung  terlihat begitu mesra pada  kegiatan bakti sosial pengobatan gratis  dan pembangunan rumah umat muslim dan  nasrani  yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI)  Sumut   bekerja sama dengan Poldasu di Desa Selandi Kec.Tiga Dreket  Senin (14/5).

                Pihak  penyelenggara dan ribuan masyarakat yang mengikuti kegiatan itu  tampak  begitu kompak  bahu membahu  melaksanakan aktivitas  pengobatan pada  kegiatan sosial itu.

                Tak pandang suku, budaya, dan  agama , bahkan status pekerjaan.  Suasana di tempat itu  begitu bersahabat.  Semuanya  menyatu pada rasa kemanusiaan yang dibawa dari nilai nilai luhur ajaran setiap agama yang selalu membawa perdamaian.

                Di pengobatan gratis itu, banyak  sekali aktivitas perobatan dilakukan,  mulai dari pemeriksaan kulit, paru-paru, gigi, sunat massal dan masih banyak lainnya.

                Usai melaksanakan pengobatan gratis rombongan panitia melakukan kunjungan ke rumah umat Nasrani dan Islam yang dibedah karena   dianggap tidak layak. Di sekitar tempat itu, perwakilan FPI dan Poldasu  disambut oleh,  Susana warga Nasrani yang rumahnya masih dalam proses  pembangunan   yang dilakukan oleh FPI Sumut dan Poldasu.

                Susana tampak tak bisa menyembunyikan rasa haru,  saat rumahnya yang gubuk dibangun ulang berdinding batu,  sesekali dihapusnya air mata karena haru bahagia. .” Saya begitu bahagia sekali dengan niat tulus FPI dan Poldasu yang dengan ikhlas membangunkan rumah saya,” ujarnya sambil menyeka air mata.

                “Saya tak bisa berkata-kata lagi, yang bisa saya  lakukan hanya  berdoa agar  Habib (Sayed Hud) dan Poldasu terus diberi kesehatan dan semangat untuk terus membantu umat susah dan menyebarkan kedamaian bagi semua umat,”ungkapnya.

                Ketua FPI Sumut Sayed Hud Alatas Ginting  dalam kesempatan mengatakan, kegiatan ini dilakukan semata mata untuk kemanusiaan .”Kegiatan ini  murni kemanusiaan. Saya cinta orang karo, istri saya bermarga Tarigan, 80 persen agama  keluarga istri saya masih beragama Nasrani. Mari sama sama kita hidup rukun dan damai demi kemanusiaan. Semua agama mengajarkan perdamian,”ungkapnya.

Dikatakan Hud  setelah  pembangunan  rumah beda Susana, berikutnya ada  20 rumah lagi yang akan  di bangun FPI  dan Poldasu .“ 10 lagi kami bangun untuk umat  Nasrani  dan 10 lagi untuk umat  muslim, semua demi kemanusiaan ,” tambahnya.

                Terkait dengan tragedi pengeboman gereja  yang terjadi di   Surabaya,  Sayed Hud Alatas  mengutuk keras perbuatan biadab tersebut.  Ia meminta agar bangsa Indonesia  semakin mempererat hubungan  persaudaraan antar umat beragama.

                “Jangan mau terprovokasi oleh pelaku teror tersebut . Kita sesama anak bangsa siapapun agama kita kita tetap satu tidak boleh terpecah belah. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan,” imbuh Sayed Hud Alatas Ginting.

                Sementara itu Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw yang diwakili Kabagsumda di Polres Tanah Karo Kompol Faidir Chan yang didampingi seluruh jajaran Kapolsek Tanah Karo dalam kesempatanya  mengajak masyarakat diranah karo untuk tidak terpecah belah dengan kejadian teror di Surabaya tersebut .” Kita harus terus bersatu jangan mudah terpecah belah.  Jangan mudah terpengaruh.  kita harus terus bersatu demi kebhinekaan ,” ujar Sayed Hud Alatas Ginting

                Dikatakan Faidir Chan kegiatan bakti sosial dan bedah rumah di lakukan untuk mempersatukan umat , menyambut ramadhan serta menyosngsong HUT Bhayangkara ke 72.” Ada sekitar seribu peserta yang mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut dari berbagai latar agama , suku dan budaya yang berbeda. Tujuannya untuk mempersatukan umat . Agar terus bersatu dan tidak mudah terpecah belah ,” pungkasnya (Cru/C)