Teks: Panji Asmoro

Tampaknya banyak fasilitas umum di Kota Medan hanya menjadi pelengkap tanpa diperhatikan serius oleh Pemko. Hasil pantauan  Sumut 13angkit, Jum’at  (27/4) di sejumlah lokasi halte dan terminal kelihatan usang dan tak terawat.

“Kondisinya memang seperti ini, kurang terawat dan agak seram apalagi kalau sore waktu udah sepi”, ungkap Khairunnisa, salah seorang pengunjung terminal Amplas.

Kondisi di  Terminal Pinang Baris juga tidak jauh beda. Terminal bus antar propinsi yang melayani rute Kota Binjai sampai Propinsi Aceh ini tampak memprihatinkan. Toiletnya jarang dibersihkan, dan suasana semrawut juga menjadi pemandangan yang awam.

Banyak warga yang mengeluhkan kondisi fasilitas umum di  Medan. Menurut mereka ini menjadikan kota Medan tidak nyaman untuk ditinggali.“Gini lah, halte-haltenya pun seadanya, banyak orang jualan, atapnya bocor-bocor, kalau udah hujan gak enak kali,” kata Randi, salah seorang mahasiswa UISU.

Halte-halte yang ada di Jl. SM Raja memang tampak sudah lama tidak diperhatikan, kondisinya memprihatinkan. Randi, berharap agar fasiltas umum bisa lebih baik, agar para pengguna seperti dirinya bisa lebih nyaman.

Hal yang menakjubkan bahkan bisa kita temui di halte Pasar Bulan Jl. Veteran. Halte di sana bahkan beralih fungsi menjadi tempat berdagang. Sejatinya pasar ini telah mengalami penataan ulang, namun tampaknya belum ada perubahan.

Halte-halte Trans Mebidang yang notabene baru dibangun untuk menunjang sarana Trans Mebidang sebagai solusi transportasi Kota Medan juga tampak kurang maksimal penggunaanya. Halte-halte Trans Mebidang yang ada di Jl. Kapten Muslim dan Gatot Subroto,  tampak seperti pajangan. Bahkan di halte Jl. H.M Yamin, digunakan sebagai parkir mobil.