Dua Warga ngadu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut soal bagi bagi sembako Djoss oleh Kepala Lingkungan (Kepling) dan bagi bagi uang ke para tukang becak. Tim Eramas minta agar Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) jangan dikotori dengan bagi bagi sembako dan politik uang.

Farida Hanum Warga Jl. AR Hakim Gg Pratama mengatakan, dirinya mendapatkan sembako tersebut pada Senin sore (30/4). Bungkusan paket sembako tersebut diantar langsung oleh Kepling kami yang bernama Jhoni Hutabarat naik becak keliling lingkungan. “Buk, ini ada rezeki dari Djoss,” tandasnya sembari menerima bungkusan tersebut.

Farida mengatakan, ya saat dikasih tersebut kami menerima saja karena segan menolaknya, terlebih karena Keplingnya langsung yang mengantarkannya ke rumah rumah warga. “Ada dua goni besar yang berisikan paket sembako, di antar keplingnya naik becak keliling lingkungan 04,” tandasnya.

Menurut Farida, awalnya dirinya masih belum mengerti bungkusan plastik itu apa isinya dan Djoss yang disebut Kepling itu siapa. Saat bungkusan plastik itu dibuka, barulah kami tahu bahwa isi bungkusan itu adalah gula, beras, minyak makan dan baju kaos yang bergambar wajah Djarot Sihar Sitorus (Djoss). “Ya karena hati kami memang tidak pilih mereka, makanya kami laporkan paket sembako ini ke Bawaslu,” tandasnya.

Sementara itu, pelapor lainnya yang bernama Harisman mengatakan, dirinya datang ke Bawaslu untuk melaporkan adanya temuan sekelompok orang yang membagi bagikan uang ke para tukang becak agar penutup tenda becak yang sebelumnya bertuliskan Eramas di ganti dengan tenda becak yang bertuliskan Djoss. “Jadi becak becak itu di stop dan diminta agar diganti tendanya, lalu di kasih uang,” tandasnya.

Menurut Harisman, kejadian ini sudah dua kali dilihatnya, dan baru kejadian yang di depan Perpustakaan Daerah sumut Jl. Brigjend Katamso yang direkamnya.

Kedua warga yang melaporkan hal itu ke Bawaslu turut melampirkan barang bukti diantaranya beras, gula, minyak goreng, kaos Djoss dan rekaman video.

Pengacara Eramas yang Zulfikri Lubis didampingi Idharul Haq saat mendampingi kedua pelapor mengatakan bahwa, Eramas sangat berkepentingan untuk menjaga Pilgubsu agar berjalan dengan jujur, bersih, aman dan damai dan tidak dikotori dengan bagi bagi sembako dan politik uang.

Menurut Zulkifli, hal hal tersebut jika terus dibiarkan dapat merusak sistem demokrasi pada Pilgubsu 2018 nanti. Masyarakat harus dibebaskan dalam menggunakan hak politiknya dan jangan pengerahui masyarakat dengan bagi bagai sembako dan politik uang. “Kalau hal ini terus dibiarkan, maka bisa tidak mencerdas masyarakat dan tidak mendidik masyarakat,” tandasnya.

Zulkifli berharap agar Bawaslu segera menindaklanjuti laporan ini, agar tidak ada seorangpun yang mengotori jalannya Pilgubsu. “Jangan sampai orang luar datang untuk merusak dan mengotori jalannya Pilgubsu yang harusnya kiya isi dengan nilai nilai kejujuran, keadilan, keterbukaan dan bebas menentukan pilihan,” tandasnya.