Bermodalkan keahlian membuat sabun, mantan Napiter di Sumut sukses menjadi pengusaha yang memproduksi sabun bermerk Busaku 212 dengan omset 15 juta perbulan. Mabes Polri akan mendukung secara penuh demi pengembangan usaha dan kehidupan yang lebih baik lagi kedepan.

Indra Warman adalah seorang mantan Napiter yang kini sangat menginspirasi banyak orang melalui usahanya membuatnya sabun. Indra yang saat ditemui di rumahnya di Pancurbatu, Rabu (9/5), mengatakan usaha yang dirintisnya ini sudah berlangsung sejak dua tahun.

Katanya, dulu banyak sekali tantangannya dalam memulai usaha, namun karena dirinya ingat akan janji Allah, barang siapa yang bersungguh sungguh pasti berhasil, maka dia pun menekuni dengan sabar. “Dulu waktu coba buat sabun, saya bulak balik gagal. Lalu coba lagi, belajar lagi dan alhamdulillah sekarang berhasil,” tandasnya.

Menurut Indra, dirinya bisa memproduksi sabun cair hingga lima ratus kilo dalam sebulan. Sabun yang diproduksi ini ialah sabun cair untuk cuci pakaian, cuci piring, sabun untuk doorsmear, pewangi dan pelembut pakaian. Dari hasil usaha yang ditekuninya tersebut, dirinya kini bisa memperoleh omset bekisar 10/15 juta perbulan. “Ini masih terkategori home Industri, soalnya saya kerja di halaman rumah dan pekerjanya hanya saya dan anak anak saja,” tandasnya.

Indra juga mengaku sering diundang ke berbagai daerah untuk mengisi materi dan melatih masyarakat dalam membuat sabun. Kemarin saya diundang ke Trenggalek dan Jakarta untuk membuat sabun, dan alhamdulillah apa yang saya ajarkan berhasil dan mereka bisa berusaha sendiri.

Sementara itu, AKBP Syuhaimi, SH dari Mabes Polri mengaku kagum dengan hasil usaha yang dikembangkan para mantan Napiter di Sumut tersebut. Katanya, kini usahanya mereka sudah macam macam dan berkembang, ada yang buat usaha sabun, bekam, kaligrafi dan usaha herbal lainnya.

Syuhaimi mengatakan bahwa, kedatangannya ke Sumut ialah dalam rangka bersilaturahmi sekaligus melihat berbagai aktivitas para mantan Napiter di masyarakat, sekaligus ingin mendorong agar mereka mengembangkan usahanya. Selain memotivasi, kami juga akan memberikan bantuan untuk mendorong usaha mereka agar lebih maju.

Misalnya, seperti Pak Indra, usaha produksi sabunnya sayang sekali jika tidak dikembangkan, menginginkan sudah memiliki pelanggan yang banyak. Maka kami akan membantu mereka mereka ini agar lebih maju lagi. “Kami akan memberi pancing dan kailnya, agar usahanya maju dan berkesinambungan. Kalau kami kasih ikannya, maka akan kurang memotivasi untuk mengembangkan usahanya,” tandasnya.

Syuhaimi mengatakan, Polri akan membantu mengkordinasikan dengan stakeholder terkait hal pengembangan usaha para mantan Napiter.