Jokowi Diminta bongkar Konspirasi PT GMG, Oknum TNI, Polri Yang Merebut Tanah Rakyat

MEDAN -: Presiden Jokowi diminta bongkar konspirasi antara PT Gideon Mulia Gabe (PT GMG) dengan pihak Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Baktiar Ahmad Sibarani, oknum TNI dan Polisi dalam merebut ratusan hektare tanah rakyat dan petani yang berada di Desa Janji Maria, Pulo Pakkat, Huta Raja, Sihadatuong dan Sihiong. Rakyat ingin oknum TNI dan Polisi berhenti menakut nakuti petani yang sedang memperjuangkan haknya.

Hal itu disampaikan Torkhis Siregar Koordinator Aksi Pergerakan Perjuangan Tanah Rakyat (P2TR) saat menggelar aksi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Senin (3/12). Torkhis menjelaskan, ada kurang lebih 300 hektare tanah petani di Tapteng yang diserobot PT GMG dengan cara cara indimidasi dan kekerasan.

Katanya, petani disana seolah tidak merasakan keberadaan pemerintah, akibat adanya konspirasi besar antara pemerindah daerah, oknum kepolisian, TNI dan perusahaan PT GMB untuk menguasai tanah tanah rakyat.

Menurut Torkhis, berdasarkan izin Hak Guna Usaha (HGU), PT GMB Hanya memiliki izin penguasaan lahan seluas 310 hektare, dan izin tersebut sudah kami cek ternyata sudah kadaluarsa sejak setahun yang lalu. Katanya, fakta dilapangan membuktikan bahwa tanah yang dikuasai PT GMB ternyata luasnya lebih dari 500 hektare.

“Semua persoalan ini ada di depan mata, namun Bupati Tapteng, oknum TNI dan Polri malah main mata dan membantu PT GMB untuk mengusir rakyat yang sebagian besar mencari nafkah sebagai petani,” tandasnya.

Petani petani tersebut baru sampai di Medan pukul 9 Pagi dan langsung menggelar aksi damai dengan membawa cangkul, payung dan alat peraga berdemonstrasi. A12/C